Seperti kebiasaanku tiap hari minggu yaitu mencari gratisan wifi di kafe, begitu pun siang tadi. Setelah pada awalnya kecewa karena sofa favorit sudah ditempati, akhirnya setelah beberapa saat kemudian, tempat favorit di pojokan itu kosong juga. Aku pun mulai memindahkan Cheryl, donut dan french vanilla latte kesukaanku ke meja itu. Membuka blog, fs dan chatting seperti biasa hingga tiba-tiba seseorang mulai mengusikku.
“ Sendirian saja mbak?”
Seorang laki-laki yang tampak berumur tapi ganteng, yang duduk di depan mejaku menyapaku sambil tersenyum. Aku tersenyum, “ Iya” jawabku singkat dan kembali pada Cheryl.
Setelah pertanyaan basa-basi yang kujawab dengan singkat, dia menceritakan tentang kegiatannya, pekerjaannya yang sempat membuatku kaget hingga cerita tentang dia sering ke mall tempat kafe itu berada saat weekend dan berada di Jakarta.
Aku menghormatinya sebagai seseorang yang lebih tua dariku, menanggapi ceritanya dan sesekali tersenyum sambil terus menjawab iya, saat dia menanyakan apakah aku sedang mengerjakan pekerjaan kantor dan menatap Cheryl sesering mungkin meskipun dia terus bercerita.
Aku mulai bosan saat dia mulai membicarakan topik yang paling kubenci selama ini, politik. Tapi aku takut membuatnya marah, dan sepertinya dia seperti laki-laki lain yang selalu menganggap aku menyenangkan sebagai teman bicara dan mulai besar kepala karena merasa diberi kesempatan.
Aku menunjukkan gejala tidak nyaman saat dia menceritakan kehidupan pribadinya. Menyatakan pendapatnya tentang wanita dan mulai memujiku. Yang membuatku sesak napas setelah dia menceritakan tentang jabatan dan pekerjaannya adalah saat dia berkata bahwa auraku masuk ke dalam hatinya, dan dia dengan terus terang berkata serius ingin menjadikanku pendamping hidupnya dan membantunya menjalankan tugasnya. What!!!! Aku langsung kaget dan dengan amat sangat jelas menampakkan raut wajah tidak percaya padanya.
“ Seperti yang anda katakan sebelumnya tadi, jangan percaya pada laki-laki di Jakarta, saya juga tidak percaya dengan apa yang anda katakan” kataku sambil mencoba tersenyum.
Tetapi dia terus bercerita tentang keseriusannya dan apa yang akan dilakukannya untuk membuatku percaya. Hingga aku berkata, “ Saya mohon, berhentilah menggombal” dan semakin menyibukkan diri dengan Cheryl. Jujur aku sangat takut dengan cerita tentang jabatan dan pekerjaannya, dan aku mulai merutuki diriku sendiri yang terlalu menarik (masih sempat narsis disaat ketakutan)
Hingga akhirnya dia bertanya apakah aku tidak bisa menghentikan chattingku? Aku mulai merasa bersalah tapi di sisi lain aku sudah bosan dengan pembicaraanya sekaligus takut padanya. Aku berada di tempat ini karena aku tidak ingin diganggu, bukan untuk dibuat tidak nyaman seperti ini.
Dengan muka tanpa ekspresi kukatakan, “ Maaf, tapi saya ngobrol dengan teman-teman saya sudah sejak tadi”
“ Tidak bisa dihentikan dulu?”
“ Tidak” kataku masih dengan senyuman terpaksa itu.
Hingga akhirnya, dia pamit pulang ke apartemennya dan berjanji akan mengabariku sebelum penerbangannya senin pagi besok. Ya Allah, ampuni dosaku… bodohnya entah bagaimana ceritanya di awal pembicaran kami aku masih berbaik sangka saat memberikan salah satu no HPku padanya, karena pada awalnya dia memang baik dan aku cukup tertarik dengan cerita tentang apa yang dilakukannya, tentang apa yang selama ini tidak kuketahui dari media massa.
Malam ini, setelah 3 sms darinya, aku sangat tidak nyaman. Tidak bisa kubayangkan ibu dan bapak yang hanya menginginkan mantu dari kalangan biasa, tiba-tiba dihadapkan pada seseorang seperti Tuan Duda Keren di kafe siang tadi yang melamar putrinya kesayangannya. Mereka bisa shock. Apalagi setelah pembicaraan melelahkan untuk yang kesekian kalinya dengan mybeloved hunny bunny sore ini gara-gara laki-laki itu. Aku mulai amat sangat tidak nyaman dengan semua ini.
Kumohon para lelaki, juga pada anda Tuan Duda Keren, jangan pernah katakan padaku tentang cinta dan intuisi kalian tentang jatuh cinta pandangan pertama terhadap seorang wanita, terutama padaku, karena aku tidak percaya akan hal itu. Kumohon, jangan pernah mengajariku apa yang terbaik untuk masa depanku, jangan pernah mengatakan bahwa apa yang menurut kalian baik akan bisa membahagiakanku. Hanya aku yang tahu, apa yang bisa membuatku bahagia. Dan apa yang telah kalian lakukan, yang membuatku tidak nyaman, membuatku semakin tidak percaya.
ps. Temans, jika Tuan Duda Keren itu memberikan bukti-bukti untuk meyakinkanku (mendengar kata bukti darinya saja aku sudah mules) kumohon bantu aku yah? Aku malah tidak akan peduli kalau dia hanya membual padaku tentang pekerjaannya. Aku takut, justru jika memang apa yang dikatakannya tentang dirinya itu benar dan dia serius dengan pembicaraannya.
Curhatan septi saat sedang santai di kafe dikawasan Blok M Jaksel